Bolehkah Donor Darah saat Sedang Haid? Perlu dipertimbangkan bila Ingin Donor Darah Ya. Ada yang berpikir, saat menstruasi saja yang mana darah yang keluar jauh lebih sedikit daripada saat donor, badan sudah terasa lemas, pusing bahkan hampir pingsan. Apalagi kalau harus donor darah. Donor darah saat sedang mengalami haid adalah sah-sah saja. Namun dilansir dari berbagai sumber, sebaiknya jangan mendonorkan darah ketika aliran menstruasi terasa berat, deras, apalagi saat wanita mengalami kram perut.

Donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang memberi manfaat bagi penerimanya. Namun bagi calon pendonor wanita, pertanyaan apakah boleh donor darah saat sedang haid kerap kali muncul. Lantas, apakah donor darah bagi wanita yang sedang mengalami periode menstruasi diperbolehkan?

Bolehkah Donor Darah saat Sedang Haid? Perlu dipertimbangkan bila Ingin Donor Darah Ya

Ini dikarenakan segala bentuk kehilangan darah, termasuk menstruasi, dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh, sehingga berpotensi membuat tubuh merasa tidak sehat. Ingin mengetahui aturan donor darah seperti apa, baca penjelasannya di sini.

Bisa jadi ini pertanyaan semua orang? Faktanya, kamu bisa saja mendonorkan darah ketika sedang menstruasi. Namun, disarankan untuk tidak melakukannya ketika periode menstruasi begitu berat, sehingga badan lemas.

Pada umumnya, semua orang dewasa dapat melakukan donor darah, asalkan memenuhi sejumlah syarat melakukan donor darah. Di antaranya dalam kondisi sehat dan bugar, berat badannya antara 50-160 kg, berusia 17-66 tahun (atau hingga 70 tahun, jika telah mendonorkan darah sebelumnya), dan berusia di atas 70 tahun dan telah mendonorkan darah dalam dua tahun terakhir.

Baca Yuk :  Inilah Manfaat Donor Darah Untuk Wajah dan Kesehatan

Donor darah saat haid diperbolehkan selama kadar hemoglobin (Hb) dianggap cukup, yakni minimal 12.5 g/dl. Kemudian tidak mengalami perdarahan berlebih dan berkepanjangan dan tidak merasa nyeri haid berlebihan.

Namun jika tidak memenuhi syarat di atas, sebaiknya tunda rencana donor darah Anda. Sebab, jika memaksakan diri, tentu akan ada dampak yang bisa muncul pada tubuh seperti lemas, pusing, pingsan, sesak napas, hingga penurunan kadar Hb.

Bolehkah Donor Darah saat Sedang Haid? Perlu dipertimbangkan bila Ingin Donor Darah Ya

Jika Periode Berat, Sebaiknya Jangan

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Health Sciences Authority, sebaiknya jangan mendonorkan darah ketika aliran menstruasi terasa berat, deras, apalagi kalau kamu mengalami kram perut.

Selain sedang menjalani periode menstruasi, ibu hamil juga tidak disarankan untuk mendonorkan darah. Ibu dapat melakukannya 6 minggu setelah persalinan normal, asalkan sedang tidak menyusui anak. Ini dilakukan untuk mencegah anemia defisiensi besi. Aturan apalagi yang perlu diketahui terkait kegiatan mendonorkan darah? Berikut ini persyaratannya:

Baca Yuk :  Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama Kab. Pekalongan Gelar Donor Darah

1.Kamu bisa mendonorkan darah kalau berat badan setidaknya 50 kilogram dan berusia di atas 17 tahun.

2.Kamu tidak bisa mendonorkan darah jika:

  • Pernah menggunakan obat yang disuntikkan sendiri (tanpa resep).
  • Mengalami hepatitis.
  • Berada dalam kelompok berisiko kesehatan tinggi seperti AIDS.

Menurut Food and Drug Administration juga menyatakan bahwa laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki dilarang mendonorkan darah. Beberapa pertimbangan kesehatan atau pengobatan mungkin diperlukan sebelum seseorang melakukan donor darah.

Demikian juga halnya bila tekanan darahmu di bawah 180/100. Jika seseorang sedang pilek dan flu, demam, apalagi batuk berdahak tidak disarankan untuk donasi darah. Sebaiknya, tunggu sampai tubuhnya sehat.

Sebenarnya pengidap diabetes juga berisiko, tetapi selama gula darahnya terkontrol dengan baik, maka bisa melakukan donor. Pun, sebelum mendonorkan darah juga disarankan mengonsumsi makanan sehat dan minum banyak cairan.

Biasanya, pendonor tidak akan merasakan sesuatu yang berbeda setelah melakukan donor darah. Namun, kadang-kadang orang mungkin merasa ingin pingsan (pusing, panas, berkeringat, gemetar, gemetar, atau mual) dan jika kamu mengalaminya, segeralah berbaring.

Istirahat sampai kamu merasa lebih baik dan minum banyak cairan. Memar apa pun biasanya tidak berbahaya dan akan hilang seiring waktu. Kamu akan diberikan informasi untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengembalikan vitalitas tubuh.

Baca Yuk :  Cara Mengontrol Kadar Gula Darah Dengan Konsumsi Buah Pepaya untuk Kesehatan Tubuh

Makanya, hindari olahraga yang berat setidaknya beberapa jam setelahnya. Pun, selama beberapa hari berikutnya, ingatlah untuk minum cairan, makanlah dengan baik, dan banyak istirahat.

Bahkan sebelum melakukan donor darah, disarankan untuk menghindari melakukan latihan keras atau mengangkat berat, termasuk melakukan hubungan seks. Ini dilakukan supaya tubuh dalam keadaan istirahat selama donasi dilakukan. Ini dapat membantu tubuh pulih dengan cepat.

Butuh beberapa minggu bagi tubuh untuk mengganti semua sel darah dan sedikit lebih lama untuk mengembalikan kadar zat besi. Karenanya kalau kamu mau melakukan donor darah lagi, ambillah jeda setidaknya 56 hari setelah melakukan donor yang pertama.

Sebagai informasi tambahan, umumnya golongan darah yang paling umum available adalah O positif, kemudian A positif. Paling jarang adalah AB negatif. O negatif adalah golongan darah yang paling banyak dicari, karena dapat diberikan kepada siapa saja.

Bolehkah Donor Darah saat Sedang Haid? Perlu dipertimbangkan bila Ingin Donor Darah Ya

Sumber : https://www.halodoc.com/